
PT Advance Medicare Corpora Mendukung Keberlangsungan
Fatmawati Cadaver Dissection 2025

Jakarta, 15–22 November 2025 — Fatmawati Cadaver Dissection kembali menjadi salah satu agenda ilmiah paling penting bagi para dokter THT-KL, ahli bedah kepala-leher, serta profesional kesehatan dari berbagai daerah. Melalui metode pembelajaran langsung menggunakan cadaver, peserta dapat mempelajari anatomi secara detail sekaligus memperkuat keterampilan prosedural yang relevan dengan praktik klinis sehari-hari.
Tahun ini, rangkaian kegiatan berlangsung selama delapan hari dengan fokus materi berbeda setiap sesi:
15–17 November | Rhinology FESS
Pendalaman teknik FESS, orientasi anatomi sinus paranasal, hingga langkah-langkah prosedural secara sistematis.
18–19 November | Otology EES
Pembahasan teknik diseksi telinga berbasis endoskopi dengan pendekatan minimal invasif.
20 November | Live Surgery
Peserta mengikuti operasi secara langsung, menyaksikan teknik ahli dalam real-time, serta berdiskusi selama tindakan berlangsung.
21 November | Larynx Session
Eksplorasi anatomi laring melalui diseksi terarah dan demonstrasi teknik intervensi.
22 November | Workshop KOL
Sesi pendalaman kasus dan teknik terbaru bersama para Key Opinion Leaders di bidang THT-KL.


Pada kegiatan tahun ini, PT Advance Medicare Corpora berperan aktif dalam memastikan setiap sesi berjalan dengan baik. Dukungan yang diberikan meliputi:
- Penyediaan berbagai perangkat endoskopi dan instrumen yang digunakan selama diseksi dan sesi live surgery.
- Pendampingan teknis di lokasi untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal.
- Respons cepat terhadap kebutuhan instrumen maupun penyesuaian yang muncul selama pelaksanaan.
Peran tersebut membantu peserta mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal—mulai dari kualitas visual endoskopi, kelancaran alat, hingga kesiapan instrumen selama seluruh rangkaian kegiatan.
Keterlibatan PT Advance Medicare Corpora dalam Fatmawati Cadaver Dissection 2025 menjadi bagian dari peran perusahaan dalam menyediakan teknologi medis yang tepat guna untuk pembelajaran klinis. Melalui kegiatan ini, para dokter dapat mengasah keterampilan dan memperbarui wawasan mengenai teknik bedah modern, sehingga hasil pembelajaran diharapkan memberi dampak langsung pada peningkatan layanan di fasilitas kesehatan di Indonesia.