PIT HIPKABI XXII Soroti Peran Teknologi dan Instrumentasi dalam Workshop Minimally Invasive Neurosurgical Procedures

IMG_8943.jpg

Jakarta, 28 Mei 2026 – Dalam rangkaian kegiatan PIT HIPKABI XXII yang berlangsung pada 28 – 31 Mei 2026 di Radisson Hotel Lampung, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan bedah saraf modern melalui workshop bertajuk “Minimally Invasive Neurosurgical Procedures: Principles and Practices.”

Workshop ini menjadi salah satu sesi ilmiah yang mengangkat penerapan sistem visualisasi dan instrumentasi pada prosedur bedah saraf minimal invasif. Seiring berkembangnya praktik neurosurgery, pendekatan minimal invasif semakin banyak digunakan karena mampu mengurangi trauma jaringan, mempercepat pemulihan pasien, serta meningkatkan kenyamanan pascaoperasi. Untuk mencapai hasil yang optimal, prosedur tersebut memerlukan dukungan teknologi dan instrumen yang dirancang secara khusus.

Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan dengan Kamera Sistem 4K3D, Telepack+, instrumen Lotta, dan Cappabianca yang banyak digunakan dalam prosedur neurosurgery modern. Melalui sesi presentasi dan demonstrasi, peserta memperoleh gambaran mengenai peran masing-masing perangkat dalam mendukung visualisasi, akses bedah, serta ketepatan tindakan selama prosedur berlangsung.

produk artikel.jpg

Kamera Sistem 4K3D menghadirkan visualisasi beresolusi tinggi yang membantu operator melihat struktur anatomi secara lebih jelas dan detail. Sementara itu, Telepack+ menawarkan solusi yang ringkas melalui integrasi kamera, sumber cahaya, dan sistem dokumentasi dalam satu platform. Kombinasi keduanya memungkinkan proses observasi dan dokumentasi prosedur dilakukan secara lebih efisien.

Selain sistem visualisasi, workshop juga menyoroti penggunaan instrumen Lotta dan Cappabianca yang dirancang untuk mendukung tindakan bedah saraf minimal invasif. Kedua instrumen tersebut membantu meningkatkan akses dan visualisasi pada area anatomi yang kompleks, sehingga memungkinkan tindakan dilakukan dengan lebih presisi dan terkontrol. Kehadiran instrumen ini memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran peserta, khususnya dalam memahami praktik neurosurgery yang semakin berkembang menuju pendekatan yang lebih minimal invasif.

Melalui diskusi interaktif dan demonstrasi penggunaan perangkat, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan teknologi dan instrumentasi dalam situasi klinis yang mendekati praktik sehari-hari di ruang operasi.

Partisipasi Advance Medicare Corpora dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan berbagai solusi teknologi yang mendukung perkembangan prosedur bedah minimal invasif. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan bagi tenaga kesehatan mengenai inovasi yang terus berkembang dalam bidang neurosurgery.

Melalui kegiatan ilmiah seperti PIT HIPKABI XXII, tenaga kesehatan memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan, berbagi pengalaman, serta mengikuti perkembangan terkini dalam dunia bedah. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh peserta mengenai sistem visualisasi dan instrumentasi modern dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan serta keselamatan pasien di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.