43rd Fiesta Urology Tampilkan Perkembangan
Teknik dan Teknologi dalam Bidang Urologi

6.jpg (3)

Jakarta, 4 Juli 2026 – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang urologi terus menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pemanfaatan teknik bedah minimal invasif, sistem visualisasi beresolusi tinggi, serta instrumen yang semakin presisi mendorong tenaga medis untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan perkembangan praktik klinis saat ini.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, 43rd Fiesta Urology kembali diselenggarakan sebagai kegiatan ilmiah tahunan oleh center pendidikan Universitas Airlangga (Unair), khususnya Bagian Urologi. Kegiatan ini mempertemukan dokter spesialis urologi, peserta pendidikan, akademisi, serta mitra industri alat kesehatan dalam rangkaian workshop, symposium, dan exhibition yang dirancang untuk memperluas wawasan ilmiah sekaligus meningkatkan kompetensi klinis.

2.jpg (9)
1.jpg (7)

Rangkaian acara diawali dengan Workshop Advanced Laparoscopy (Animal Wet Lab) yang dilaksanakan pada 4 Juli 2026 di Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Hewan (RS FKH) Universitas Airlangga. Melalui simulasi tindakan radical nephrectomy dan radical cystectomy, para dokter memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai tahapan prosedur laparoskopi dalam lingkungan pembelajaran yang terstruktur. Sesi ini menggunakan Tower 4K Karl Storz beserta instrumen laparoskopi urologi yang menghasilkan visualisasi anatomi secara jelas, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Kegiatan berlanjut dengan Endofest PCNL dan Mini PCNL pada 8–10 Juli 2026 di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang berfokus pada laparoskopi, pelatihan ini memberikan pengalaman praktik mengenai teknik Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) untuk penanganan batu ginjal. Dokter yang mengikuti pelatihan mempelajari penggunaan instrumen Mini PCNL Karl Storz berukuran S, M, dan L, sekaligus memahami pemilihan instrumen sesuai kebutuhan tindakan dan kondisi pasien.

10.jpg (5)

Topik lain yang turut menjadi perhatian adalah Enukleasi HoLEP (Holmium Laser Enucleation of the Prostate). Dalam sesi ini, pembahasan difokuskan pada teknik penanganan pembesaran prostat jinak melalui pendekatan minimal invasif. Selain memahami alur prosedur, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan instrumen BipoLEP, HoLEP, dan morcellator Karl Storz yang berperan dalam setiap tahapan enukleasi prostat.

3.jpg (5)

Puncak kegiatan berlangsung pada 10–11 Juli 2026 melalui Main Symposium dan Exhibition di JW Marriott Surabaya. Forum ilmiah ini menghadirkan berbagai pembahasan mengenai perkembangan terkini dalam bidang urologi, sekaligus menjadi sarana bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan berbagai inovasi perangkat medis yang digunakan dalam praktik sehari-hari.

4.jpg (6)

Pada area exhibition, Advance Medicare Corpora menampilkan berbagai solusi dari Karl Storz, Storz Medical, dan Sound Reach. Beragam perangkat yang diperkenalkan meliputi sistem visualisasi endoskopi, instrumen endourologi, instrumen laparoskopi, hingga perangkat pendukung tindakan urologi modern. Kehadiran exhibition memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi teknologi tersebut dalam berbagai prosedur klinis.

Selain berpartisipasi dalam exhibition, Advance Medicare Corpora juga mendukung pelaksanaan rangkaian workshop dengan menyediakan perangkat dan instrumen yang digunakan selama sesi pelatihan. Keterlibatan ini memberikan pengalaman praktik yang lebih aplikatif, sehingga peserta dapat mengenal penggunaan instrumen sesuai kebutuhan prosedur yang dipelajari.

Melalui kombinasi pelatihan berbasis praktik, diskusi ilmiah, dan pameran teknologi medis, 43rd Fiesta Urology menjadi wadah kolaborasi bagi praktisi urologi untuk memperbarui kompetensi sekaligus mengikuti perkembangan perangkat bedah terkini. Sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit, organisasi profesi, dan industri diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan urologi di Indonesia melalui penerapan prosedur yang semakin efektif, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.